Wednesday, August 10, 2016

SUKA Maneron: Susu Kacang desa Maneron

Sebagian besar sawah dari penduduk Maneron ditanami kacang tanah. Hasil panen dari kacang tanah hanya dijual di pasaran dengan kualitas kacang tanah yang rendah. Kacang tanah merupakan jenis kacang-kacangan yang sangat bermanfaat bagi manusia,  Pemanfaatan kacang tanah selama ini (di desa Maneron) hanya dijadikan sebagai bumbu masakan. Namun, kacang tanah juga diolah sebagai produk unggulan desa menjadi bahan ekonomi tinggi yaitu susu kacang.



Kacang-kacang pada umumnya menyimpan nutrisi penting dan lengkap bagi tubuh. Kacang tanah merupakan salah satu yang memiliki gizi terbaik pada kelompok kacang-kacangan. Nutrisi pada manfaat kacang tanah ini diyakini sebanding dengan manfaat kacang kedelai (soya). Satu cangkir kacang mentah mengandung sekitar ((healthyeating.sfgate.com,Health Benefits of Raw Peanuts, diakses 26 November 2014)) :
828 kalori (8% dari kebutuhan harian)
72 gram lemak (110% dari kebutuhan harian)
37 gram protein (73% protein dari kebutuhan harian)
24 gram karbohidrat (8% dari kebutuhan harian)
12 gram serat (19% dari kebutuhan harian)
10 gram lemak jenuh (50% dari kebutuhan harian

Pembuatan susu kacang dengan cara merebus kacang tanah tanpa kulit. Setelah matang, membuang kulit ari pada kacang dan menghaluskan menggunakan blender. Menambahkan air supaya larut sehingga diperoleh sari kacang, kemudian direbus dengan menambahkan gula secukupnya sambil diaduk hingga mendidih.

Bakti Sosial


Kerja bakti merupakan bekerja dengan bergotong royong untuk membersihkan sampah dan sisa-sisa kayu yang tidak pantas diapandang mata. Misalnya, sisa kayu-kayu yang tidak dipakai dan sampah plastik yang tidak terurai dapat merusak pemandangan sekitar pantai. Kelompok KKN 07 dengan bersemangat membersihkan Pantai Maneron menggunakan alat-alat seadanya seperti, kayu panjang dan karung untuk mengangkut sampah ke tempat pembungan akhir kemudian sampah tersebut dibakar.

Pengolahan Air Nira Menjadi Sirup d’Legen



Mayoritas penduduk Desa Maneron bermata pencaharian sebagai petani, diantaranya petani padi, jagung, kacang dan siwalan. Siwalan merupakan tanaman sejenis palma yang banyak tumbuh di daerah asia, khususnya Asia Tenggara.  Mayoritas petani siwalan memanen buah siwalan dan air niranya untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian masyarakat juga biasanya mengolah air nira menjadi gula aren. Air nira yang biasa dikenal sebagai air legen didapatkan dari hasil penyadapan bunga pohon siwalan jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur. Satu pohon siwalan dapat menghasilkan sekitar enam liter air nira.

Air nira yang diolah menjadi sirup didapatkan dari kebun siwalan milik bapak Sulit, beliau menjadi petani siwalan sejak tahun 2008. Jumlah pohon yang ada di kebun bapak Sulit berjumlah 20 pohon. Air nira ini memiliki rasa yang manis, tetapi sayangnya tidak tahan lama, karena dalam hitungan beberapa jam saja air nira tersebut mengalami proses fermentasi akibat aktivitas mikroba tertentu. Proses penyimpanan yang tepat akan membuat air nira lebih tahan lama sampai 2 hari. Setelah lebih dua hari air nira akan mengandung alkohol yang biasanya dikenal dengan “tuak”. Oleh karenanya perlu adanya inovasi baru untuk meningkatkan ketahanan penyimpanan legen dengan cara membuat sirup legen yang dapat dikonsumsi untuk semua kalangan. Dengan mengolah air nira menjadi sirup, akan memiliki beberapa manfaat diantaranya daya ketahanan penyimpanan yang lebih lama (2-3 minggu), dapat dikonsumsi untuk berbagai kalangan dan dapat memelihara ketahanan tubuh. Selain itu, air nira memiliki berbagai manfaat diantaranya pengganti caitan tubuh, mengatasi gejala impotensi dan memperbaiki fungsi ginjal.

Dodol Sawo

Mayoritas warga di Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, hampir di setiap pekarangan rumah terdapat pohon sawo yang buahnya hanya dibiarkan berjatuhan atau hanya dijual di pasaran dengan harga yang relatif murah. Padahal buah sawo dapat diolah menjadi produk makanan yang bernilai ekonomi sehingga dapat menambah kualitas dari buah sawo. Selain itu, buah sawo memiliki rasa yang manis dan daging yang empuk atau lembut sehingga dapat diolah menjadi makanan seperti selai dan dodol.



Pembuatan selai sawo dengan cara menghaluskan buah sawo tanpa biji, dituangkan ke loyang menggunakan api kecil sambil diaduk dengan menambahkan gula dan garam. Setelah tercampur rata hingga mengental, diamkan sampai dingin. Pembuatan dodol sawo sama dengan pembuatan selai sawo tetapi pada dodol sawo ditambahkan vanili dan susu kental manis. Setelah dodol dingin, dicetak sesuai selera.

Pendidikan Sekolah Dasar desa Maneron


Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian.
Mengajar di sekolah dasar adalah salah satu proker pendukung. Pembelajaran dilaksanakan di sekolah dasar Maneron 1 yang terdiri dari kelas 3 dan 6 meliputi mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan Bahasa Indonesia. Tujuan kami mengajar di SDN Maneron 1 untuk berbagi ilmu pengetahuan yang dimiliki kami serta memperbaiki proses pembelajaran yang kurang baik di SDN Maneron 1. selain SDN 1 ada pula SD Negeri 2 Maneron, dan SD Negeri 3 Maneron
SD Negeri 1 Maneron di dusun kacrang, SD Negeri 2 Maneron di dusun Binoloh, dan SD Negeri 3 Maneron berada di dusun Mangkaan.

TK Dharma Wanita Persatuan 03

TK Dharma Wanita Persatuan 03 yang dirintis pada tahun 1994 oleh Ibu Nun. Awal mula dirintis TK tersebut hanya memiliki 12 siswa dan hanya terdiri dari satu kelas. Gedung yang digunakan sebagai proses pembelajaran berpindah sampai 3 kali, yang pertama bertempat di rumah tua yang sudah tidak digunakan. Kemudian yang kedua bertempat di gedung madrasah. Selama bertempat di madrasah bisa dikatakan menumpang karena memang pada pagi hari gedung itu kosong dan hanya digunakan ketika sore hari untuk Madrasah. Gedung yang ketiga merupakan gedung yang sampai saat ini digunakan yaitu gedung yang dibangun pada tahun 2012, dana yang digunakan untuk pembangunan gedung tersebut mendapatkan dana bantuan dari KUAIT.



TK DWP 03 Maneron berdiri di atas tanah milik pribadi bukan tanah milik pemerintah, yaitu tanah milik H. Makmun. Guru yang mengajar di TK pada awalnya hanya satu orang yaitu Ibu Sutarmi, sedangkan saat ini ada 4 guru yang mengajar di TK tersebut.

Ibu Sutarmi adalah guru pertama yang mengajar di TK tersebut, hingga saat ini beliau masih aktif dalam mengajar. Bahkan saat ini jabatan beliau adalah sebagai kepala sekolah TK DWP 03. Perjuangan beliau dalam memperjuangkan TK tersebut tidak lah mudah, bahkan TK tersebut pernah akan ditutup dengan alasan sarana dan prasarana tidak mendukung serta jumlah muridnya yang hanya sedikit. Berkat perjuangan Ibu Sutarmi siswa di TK tersebut semakin banyak dan akhirnya diputuskan untuk menambah 1 kelas lagi. Hingga saat ini akhirnya TK DWP 03 memiliki 2 kelas yaitu TK A dan TK B. Perkembangan setiap tahunnya sangat bagus, hal itu dapat dilihat  dari jumlah murid  di TK DWP 03 Maneron yang setiap tahunnya semakin bertambah. Jumlah murid yang saat ini berada di kelas TK A berjumlah 27 siswa sedangkan yang di kelas TK B berjumlah 30 siswa. Namun, sampai saat ini guru yang mengajar di TK DWP 03 Maneron hanya mendapatkan honor 200 ribu setiap bulannya. Jumlah honor tersebut tentu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya. Oleh sebab itu, guru yang mengajar di TK DWP 03Maneron juga memiliki pekerjaan lain selain mengajar di TK.

MADRASAH DINIYAH MIFTAHUL ULUM

Madrasah Diniyah Miftahul Ulum yang tepatnya berada di dusun Karang desa Maneron, kecamatan Sepulu. Madrasah tersebut didirikan pada tahun 1970 oleh H. Bahruddin. Pada awalnya madrasah yang didirikan oleh H. Bahruddun hanya memiliki 4 ruang kelas sederhana, namun pada tahun 2012 mendapatkan bantuan dari KUAIT. Dana bantuan yang didapatkan digunakan untuk perbaikan empat ruang kelas serta pembangunan mushalla. Mushalla tersebut juga dijadikan sebagai ruangan untuk madrasah diniyah, untuk murid kelas 1 dan 4.



Setelah pendiri  sekaliguspemilik madrasah tersebut meninggal dunia kemudian madrasah tersebut dikelolah oleh keturunannya. Madrasah tersebut saat ini berada di bawah asuhan H. Makmun. Gaji untuk para pengajar di madrasah tersebut diperoleh dari sanak family keluarga H. Makmun yang bekerja merantau. Bahkan saat madrasah tersebut mengalami kesulitan dana maka yang dimintai bantuan adalah kerabat-kerabat yang memang bersedia membantu dan tidak meminta-minta bantuan selain dari sanak keluarganya.



Siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut setiap bulannya hanya dikenai biaya 5000 per bulan. Uang tersebut juga hanya digunakan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Saat ini setiap tahunnya jumlah murid yang belajardi Madrasah Diniyah Miftahul Ulum semakin menurun karena banyaknya berdiri madrasah lain yang berada di dusun Karang, dan para murid memilih madrasah yang lebih dekat dengan rumahnya.

Produk Unggulan Desa | Selai Siwalan

Pohon lontar banyak tumbuh di daerah Desa Maneron yang buahnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam membuat makanan. Nama buahnya ada...